ALASAN PRABOWO NGOTOT INDONESIA HARUS BELI SENJATA BARU


Masih ingat debat Capres tanggal 30 Maret 2019 lalu? Calon presiden 02 Prabowo Subianto yang ingin memperkuat pertahanan Indonesia guna mengantisipasi terjadinya perang di kemudian hari.

Bahkan Prabowo melecehkan kekuatan dan persenjataan TNI yang saat ini dimiliki dan sedang dikembangkan PINDAD. Menurutnya Indonesia harus membeli persenjataan yang handal.

Mengapa Prabowo ngotot untuk meningkatkan anggaran militer? Semuanya ditujukan untuk membeli alutsista.

Semuanya sebagai bagian dari penyerahan donasi dari AS lewat CIA yang akan menyuntik dana kampanye kepada Prabowo sebesar US$ 40juta dan dilanjutkan penyerahan tahap kedua sebesar US$ 70juta. Totalnya mencapai Rp 1,4 Triliun.

Info tentang hal tersebut dibenarkan oleh Arief Poyuono yang memiliki kontak dengan Robert Laird (pensiunan CIA) yang saat ini berada di Indonesia. Melalui rekening atas nama Poyuono sendiri sudah masuk Rp 26 Miliar. Sisanya dilakukan transfer lewat rekening lain, agar tidak terlacak aliran dana besar mencurigakan.

Rupanya Prabowo memiliki dealing khusus. Terutama dengan pihak Amerika Serikat. Saat ini dealing dengan pihak CIA sudah mencapai titik kesepakatan. Salah satu klausulnya adalah, jika Prabowo menjadi presiden, maka semua impor dari cina akan dihapus, dan diganti dengan impor dari AS.

Selain itu semua perjanjian pembelian persenjataan Indonsia dengan negara lain dibatalkan. Sebagai gantinya Indonesia akan menjadi pelanggan tetap persenjataan buatan AS.

Hal yang paling membahayakan adalah, Prabowo akan mengijinkan AS mendirikan markas bersama di wilayah PAPUA. Salah satu alasan adalah untuk mencegah masuknya paham komunis dari Papua Nugini. Padahal sebenarnya AS ingin merebut kembali Freeport dari Indonesia.

Kini sudah jelas kan…Kenapa Prabowo ngotot menaikkan anggaran militer Indonesia. Itu adalah bentuk kontrak politik Prabowo dengan pihak asing.

Prabowo antek ASING !

0 Comments