BUKTI PRABOWO INGIN MENDIRIKAN NEGARA KHILAFAH


1. Dukungan HTI pada Prabowo-Sandi

Tak heran ketika dilakukan Ijtimak Ulama I tanggal 27-29 Juli dan Ijtimak Ulama ke II 16 September 2018, HTI melalui eks juru bicaranya, Ismail Yusanto, hadir dan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi sebagai calon presiden/wakil presiden--beserta partai koalisinya, yakni PKS, Gerindra, PAN dan Demokrat.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan turut berjuang memenangkan kubu Prabowo. Mereka masuk pusaran medan magnet Prabowo pada Pilpres2019 sebagai usaha memperkuat posisi politis. Terlebih, pada Ijtimak kedua dirumuskan dan ditetapkan sejumlah kesepakatan politik dengan Prabowo-Sandi yang kiranya mampu membuat HTI lebih berkembang bila Prabowo jadi presiden.

2. Dukungan Partai Koalisi terhadap HTI

Simpati dari partai Gerindra, PAN dan PKS menjadikan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) mendapat angin segar dalam perjuangannya hingga masuk ke dalam pusaran politik. Ketiga partai itu memberikan dukungan moril berarti memberi ruang bagi HTI untuk terus berjuang dan membesarkan dirinya. Padahal secara hukum, HTI bertentangan dengan NKRI. (Kompasisana, 29 September 2018).

3. Prabowo juga mengetahui bahwa gerakan #2019GantiPresiden ditunggangi oleh HTI.

Bukti itu jelas dan nyata dari video yang viral yang menampilkan Mardani Ali Sera dari PKS dan Ismail Yusanto Jubir HTI yang mengeluarkan statemen, "ganti sistem". Gerakan "ganti Presiden" ini didukung penuh oleh Gerindra, dimana Fadli Zon, Waketum Gerindra, tampak aktif melindungi para penggerak gerakan ini.

4. Prabowo menerima dana kampanye dari Dubai (Uni Emirat Arab)

Dalam 1 tahun ini saja, Prabowo sudah 2-3 kali menemui donatur besar asal Dubai yang juga orang HT. Terakhir Prabowo membatalkan kampanye di Lampung dan Bangka Belitung sekitar tanggal 18-20 Maret 2019 (dikonfirmasi oleh salah satu orang dekat Prabowo).

Hal itu dikarenakan Prabowo harus terbang langsung ke Dubai, Uni Emirat Arab) untuk menerima langsung sejumlah dana besar dari keluarga emir UEA.

Mengapa UEA? Sebab Uni Emirat Arab (UEA), Lebanon dan Yaman termasuk negara yang masih melanggengkan keberadaaan kelompok Hizbut Tahrir tersebut. Dana tersebut diyakini sebagai Ijab Qabul seandainya Prabowo terpilih menjadi Presiden, maka HTI akan kembali eksis di Indonesia.

0 Comments