CARA CAPRES PILIHAN ULAMA MENGHORMATI ADZAN


Hingga detik ini, adzan tetap menjadi bagian dari kehidupan umat muslim sedunia, khususnya Indonesia. Panggilan shalat tetap mengumandang selama lima waktu dalam sehari. Sebagai umat muslim, adzan memiliki posisi yang terhormat. Bahkan ada adab ketika adzan berkumandang.

Ketika adzan memanggil, maka seyogyanya umat muslim selain bersiap untuk menunaikan shalat, ia juga mengikuti bacaan muadzin dan bershalawat atas Rasulullah SAW. Seperti yang tertera dalam hadist riwayah Muslim no. 384.

Akan tetapi, tidak begitu dengan Prabowo Subianto saat melakukan kampanye di Manado hari Minggu 24 Maret 2019. Di tengah orasinya, suara adzan dari masjid di samping panggung menandakan waktu Zuhur telah masuk.

Capres nomor 02 itu pun berucap, "Karena adzan sudah berkumandang, saya hentikan dulu orasi. Kita harus menghormati panggilan beribadah. Saya juga bisa beristirahat untuk minum kopi dulu." Setelah itu ia terlihat duduk ngopi dan berinteraksi dengan tim kampanyenya.

Sehingga menjadi pertanyaan. Apakah serendah itu panggilan adzan oleh seorang capres hasil ijtima ulama?

Apa yang dilakukan Prabowo Subianto saat adzan berkumandang dalam kampanye terbuka di Manado, Sulawesi Utara tersebut juga mengingatkan kita pada kelakuan tiga wanita pendukung Prabowo-Sandi yang menyebarkan fitnah bahwa jika Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi presiden, tidak ada adzan.

Apa yang dilakukan Prabowo Subianto saat adzan berkumandang dalam kampanye terbuka di Manado, Sulawesi Utara tersebut menimbulkan kecurigaan baru, yaitu jangan-jangan kalau Prabowo Subianto menjadi presiden, orang-orang tidak akan diarahkan ke masjid, tapi ke warung kopi.

0 Comments