MENJUAL KEKAYAAN HUTAN INDONESIA KE CHINA, PRABOWO ANTEK ASENG


Prabowo memiliki beberapa lahan di antaranya seluas 220 ribu hektare di Kabupaten Pasir Penajam, Kalimantan Timur. Lahan tersebut merupakan milik pulp and paper PT Kertas Nusantara, dulu bernama PT Kiani Kertas. Selain itu Prabowo memiliki lahan seluas 120 ribu hektare atas nama PT Tusam Hutan Lestari.

Prabowo pun tak membantah kepemilikan lahan tersebut. “Daripada jatuh ke tangan asing, lebih baik saya yang kelola sendiri karena Prabowo berjiwa nasionalis dan patriot,” kata Prabowo.

Saat ini ketika menghadapi kenyataan bahwa dana kampanyenya menipis. Prabowo dan Hashim yang memiliki pembagian saham 50%-50% sepakat untuk menjual Pabrik Kertas PT Kiani Kertas Nusantara beserta mesin, lahan bandara, dan hak guna lahan pengolahan hutan di Kaltim ke perusahaan asing.

Salah satu komitmennya adalah jaminan pemerintah Indonesia tidak mengganggu usaha mereka di Indonesia. Itu menjadi salah satu alasan ngototnya Hashim menjadikan Prabowo sebagai presiden.

Beberapa kali Hashim terbang ke Hongkong (salah satunya tanggal 28 Januari 2019), dan sebaliknya setelah pemilik pabrik kertas Cina itu berkunjung ke pabrik Hashim, akan diserahkan uang komitmen fee sebanyak 200 juta USD.

Sekitar Januari 2019, Chairman Lee & Man Paper Manufacturing. Perwakilan perusahaan kertas Cina yang akan membeli/investasi Pabrik Kertas Nusantara meninjau pabrik Hashim di Berau.

Ini tentu menjadi bukti bahwa ucapan Arief Poyuono (Waketum Gerindra) sebelumnya adalah Hoax, Sebelumnya Arief mengatakan, "ECW Neloe percaya pada Prabowo kalau ditangan Prabowo maka PT Kiani tidak akan pernah di jual kepada asing. Sekalipun dalam keadaan sulit keuangannya," ucap Arif Poyuono.

Kita masih ingat di tahun 2018 lalu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya adalah antek Aseng. Ada 2 momen. Yang pertama adalah ketika Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mendatangi Prabowo di kediamannya menyampaikan undangan perayaan Hari Nasional China.

Kemudian pada hari H perayaan Hari Nasional China itu pada Kamis 27/9/2018, terlihat Prabowo turut merayakannya, ikut potong kue dan ikut toast. Prabowo mengeluarkan pernyataan yang memperkuat dugaan bahwa Prabowo adalah antek Aseng.

“Kita memandang Republik Rakyat Tiongkok sangat penting bagi Indonesia. Jadi kita harus pelihara hubungan baik, kita harus tingkatkan hubungan dalam tingkat yang lebih baik, saling membantu," kata Prabowo.

Kini kita bersiap-siap kehilangan salah satu kekayaan alam Indonesia yang akan dijual kepada Aseng. Terbukti Prabowo antek Aseng yang menjual hutan Kalimantan kepada perusahaan Beijing.

0 Comments